Kamis, 12 Maret 2015

Batu Murah Akik Kelawing Berlafaz Allah Dibanderol Rp 20 Juta



Pameran Batu Murah Akik Kelawing yang digelar Pemerintah Kota jawa tengah tanggal 10 hingga 19 Maret 2015 menampilkan keunikan tersendiri. Salah satunya, sebuah Batu Murah akil berlafaz atau bertulisan Allah berhasil menyedot perhatian. Batu Murah yang dipajang pada Stand Galing Gemstone milik Feri Irawan itu ternyata dibanderol dengan harga Rp 20 juta.

"Karena motifnya unik dan langka, kita kasih harga yang sedikit tingga, hanya 20 juta saja," ujar Feri di jawa tengah.

Tidak hanya masyarakat pengunjung, walikota jawa tengah Helmi Hasan dan wakil walikota Patriana Sosialinda sempat tertegun melihat kaligrafi yang terukir oleh proses alam tersebut. Kepada walikota, Feri hanya memberikan harga 10 juta saja, namun tidak direspon walikota.

Pameran Batu Murah Akik Kelawing yang digelar sepanjang 1 kilometer di atas trotoar Jalan S Parman Kota jawa tengah itu diisi sedikitnya 150 stand khusus Batu Murah Akik Kelawing dan 110 stand lain dalam rangka memeriahkan HUT Kota jawa tengah ke 269.

Ribuan warga terlihat memadati melihat pameran, terutama para ibu rumah tangga dan para PNS perempuan. Mereka kebanyakan membeli bahan Batu Murah yang masih berbentuk bongkahan dan gelang, liontin serta aneka cincin imitasi berbahan titanium.

"Kami datang rombongan kesini, sengaja mau cari bahan, sekarang demam Batu Murah Akik Kelawing tidak cuma milik kaum pria, kami perempuan juga tertarik mengkoleksi Akik Kelawing," ujar salah seorang pengunjung, Juni Aksoni.

Meri Irawan, pemilik stand khusus menjual bongkahan bahan Batu Murah mengatakan, stok bahan yang disiapkan untuk pameran selama 9 hari ini sebanyak 2 ton yang dibawa dari jawa tengah Utara.

"Semua bahan saya jenisnya Calcedony, ada white, yellow, red dan gold rafflesia," ujar Meri.

Harga yang dipatok juga beragam, mulai dari Rp 20 ribu perkeping bahan siap diolah hingga Rp 2 juta perkilogram untuk bahan yang super dan bagus.

"Paling mahal saya jual bahan 2 juta perkilo untuk jenis Red Rafflesia bermata kucing atau bergiwang, baru sehari pameran ini dibuka sudah lebih dari 100 transaksi yang kami lakukan," pungkas Meri.

Pria yang Ditemukan Tewas Membusuk Gemar Koleksi Akik Kelawing

Samdifitri Lintang (38) ditemukan meninggal dan membusuk di kamar indekosnya Kamis (12/3/2015) pagi di Tamanan Kulon, Banguntapan, Bantul. Karyawan sebuah perusahaan yang berkantor di jalan Mangkubumi Yogyakarta ini juga dikenal sebagai kolektor Batu Murah Akik Kelawing, barang antik antara lain keris dan uang kuno.

Selain itu dia juga punya hobi jual beli online. Hal tersebut diungkapkan pemilik indekos Waluyo (61). Ia sering menerima paket untuk Sam, termasuk dalam pertemuan terakhirnya pada Sabtu (7/3/2015).

Dari dalam kamar Sam, petugas kepolisian yang melakukan pemeriksaan menemukan uang kuno. Benda itu ikut diamankan pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan.

Sam yang sudah tinggal di indekos itu sejak Juni 2013. Ia dikenal sebagai orang yang ramah tapi agak tertutup. Menurut Waluyo, Sam selalu tepat waktu embayar sewa kamar dan tidak pernah menunggak.

Para tetangga kamar juga menilai Sam sosok yang ramah. Bila bertemu dengan peghuni kamar lainnya, Sam sering menyapa. Hanya saja kebanyakan kegiatan Sam banyak dihabiskan di kamar.

Ada Pameran Batu Murah Akik Kelawing di Kantor Gubernur Babel

 Berbagai Jenis Batu Murah Akik Kelawing hadir dalam Gelar Produk Kerajinan Batu Murah Khas Bangka Belitung di Lobby Kantor Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung (Babel).

Suwandi selaku Panitia Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Babel mengatakan ini adalah acara Gelar produk kerajinan khas Bangka. Menurutnya, jadwal pameran berlangsung mulai dari tanggal 12-13 Maret 2015 hasil kerja sama Dekranasda Bekerja dengan Disperindag Provinsi Bangka Belitung.

"Dewan kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bangka Belitung bekerjasama dengan disperindag dalam rangkayan mempromosikan Batu Murah khas Bangka Belitung yang lagi tren. Acara ini di mulai dari pukul 08.00 WIB hingga sore," kata Suwandi Kepada Bangkapos.com ,Kamis (12/3/2015).

Hingga berita ini di turunkan masih banyak para pecinta Batu Murah baik dari kalangan umum maupun Pegawai Negeri Sipil Provinsi yang melihat pameran Batu Murah tersebut.


Batu Murah Akik Kelawing Motif Batik Suligi Jadi Khas Asal Rohul

Batik Suligi dengan motif yang lebih spesifik, telah menjadi Batu Murah Akik Kelawing khas Rohul. Kini banyak penggila Akik Kelawing yang memburu Batik Suligi ini.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Batu Murah Akik Kelawing bermotif Batik Suligi yang punya motif lebih spesifik dan menarik telah menjadi Batu Murah khas asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Batu Murah ini kini banyak diburu para "penggila" Batu Murah cincin dari berbagai di Indonesia.

"Batu Murah Akik Kelawing motif Batik ini sementara waktu hanya ada di Rokan Hulu, belum ditemukan di daerah lain," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul, Yusmar Yusuf, Kamis (12/3/15).

Yusmar memperkiraan potensi Batu Murah Akik Kelawing motif Batik banyak ditemukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Suligi, di Kecamatan Tandun dan Kecamatan Rokan IV Koto.

"Kita bangga punya Batu Murah Akik Kelawing khas yang bermotifkan Batik. Sebab setiap orang beda selera motifnya. Batu Murah ini bisa dipakai serasi dengan pakaian yang dipakainya, baik sebagai Batu Murah cincin atau aksesoris lain," ujarnya.

Yusmar mengungkapkan ada kelebihan dari Batu Murah Akik Kelawing motif Batik, salah satunya kaya warna, seperti merah, merah muda, biru, putih, hijau, dan warna lainnya. Batu Murah jenis ini sudah beberapa kalinya menang kontes.

"Batu Murah motif ini disebut Batik karena memang mirip kain batik," jelas Yusmar, mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rohul.

Selain Batu Murah Akik Kelawing motif Batik, Batu Murah Akik Kelawing motif Blue Rokan dan Solar Rokan lebih dulu mendunia. Blue Rokan dan Solar Rokan sudah beberapa kalinya menang kontes Batu Murah Akik Kelawing di beberapa daerah.\

Perbup Batu Murah Akik Kelawing Tinggal Diteken Bupati Rohul

Batu Murah Akik Kelawing di Rohul akan kena peraturan bupati. Kini peraturannya tinggal diteken Bupati Achmad.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Peraturan Bupati Rokan Hulu (Rohul) mengatur tentang Pengelolaan Pertambangan Rakyat (PPR) Tahun 2015, termasuk tentang pengelolaan Batu Murah Akik Kelawing sudah selesai dibahas. Kini, Perbup tinggal diteken oleh Bupati Rohul Achmad.

"Perbup ini (Perbup PPR) sudah tuntas dibahas secara dinas dengan instansi terkait, termasuk Bagian Hukum. Tinggal diteken Pak Bupati saja," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul, Yusmar Yusuf, kepada riauterkinicom, Kamis (12/3/15).

Menurut Yusmar, setelah Perbup PPR ini diteken Bupati Rohul, peraturan di dalamnya sudah bisa diterapkan, sekaligus disosialisasikan kepada masyarakat di 16 kecamatan. Perbup ini untuk menekan angka perambahan Batu Murah (ilegal stoning) yang mulai mengkhawatirkan.

Perbup PPR memuat tiga item aturan, di antaranya mengatur tentang pertambangan mineral logam (magnesium, kalium, emas, tembaga, perak, dan lainnya).

Kemudian, pertambangan mineral bukan logam (grafit, pasir kuarsa, asbes, gipsum, dan lainnya). Selanjutnya mengatur tentang pertambangan Batu Murahan jenis lainnya (Batu Murah Akik Kelawing, giok, Batu Murah kuarsa, jasper, dan lainnya).

"Perbup ini (PPR) mengatur tentang bagaimana pelaksanaan penambangan Batu Murahan agar tidak merusak lingkungan," jelas Yusmar.

Mantan Kepala Disdukcapil Rohul ini menambahkan, dalam Perbup PPR diatur dalam pertambangan tidak dibenarkan menggunakan alat berat, namun dibolehkan menggunakan alat tradisional. Sehingga, kekayaan alam lain masih dapat digunakan oleh masyarakat.

"Perbup ini diganti nama sehingga tidak terfokus dengan Batu Murah Akik Kelawing saja, namun mengatur beberapa jenis pertambangan. Jika ditemukan pertambangan baru, ada Perbup ini yang mengaturnya," terangnya.

Perbup PPR 2015, sambung Yusmar, ditujukan kepada pelaku usaha kecil masyarakat, termasuk koperasi. Dalam Perbup juga diatur batas luasan lahan dan syarat pertambangan, termasuk lagi yang masih berkaitan dengan lingkungan.

Terlepas itu, untuk rencana penyusunan Peraturan Daerah mengatur Batu Murah Akik Kelawing, Distamben Rohul masih menunggu permintaan Anggota DPRD Rohul. Pasalnya, penyusunan Perda itu merupakan inisiatif dari beberapa anggota dewan setempat.

"Prinsipnya kita hanya menunggu. Apabila dewan terhormat minta bantu dinas teknis menyusun materinya, kami selalu siap," tandas Yusmar.***(zal)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar